wisata Pulau Komodo ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO. Sejak saat itu banyak wisatawan asing khususnya dari Eropa yang datang mengunjungi/mengembangkan Pulau Komodo.

Wisata Pulau Komodo
Perlu diketahui bahwa wisata Pulau Komodo termasuk paket wisat
Taman Komodo ini juga memiliki biota laut yang indah terdiri dari 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, enam macam Paus, Penyu Hijau, dan berbagai jenis Hiu dan ikan Pari. Penggabungan dari perairan utara yang merupakan perairan hangat dan perairan selatan yang merupakan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia memberikan karakter perairan yang berbeda yang menghasilkan ekosistem bawah laut yang sangat kaya. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona.

Diving di Pulau Komodo (foto : Imran Ahmad)
Wilayah Taman Nasional komodo meliputi tiga pulau besar, yaitu Pulau Komodo – Pulau Padar – Pulau Rinca. Dan beberapa pulau kecil yang bila diurutkan dari Barat ke Timur adalah sebagai berikut :
Pulau-pulau kecilnya : Rawadarat – Batu Gililawa Laut- Gili Bugis – Pulau Mauan – Pulau tatawa besar – Pulau Siaba besar – Pulau Mengyatan – Pulau Tengah Besar – Pulau Tengah Kecil – Pulau Sebayor Kecil – Pulau Sebayor Lengkap – Pulau Mesa – Pulau Kanawa – 3 Pulau Papagarang – Pulau Papagaan Kecil – Pulau Panikia – Pulau Nusa Pimpe – Pulau Mesa – Pulau Kanawa – Pulau Pungku Besar – Pulau Bangkau
Pulau-pulau besar dan kecil ini adalah kepulauan vulkanis. Jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih adalah 4.000 jiwa.
Pemandangan Pulau Tak-Berpenduduk Sebelum Memasuki Tepi Pantai Pulau Komodo
Pemandangan Lainnya Sebelum Memasuki Tepi Pantai Pulau Rinca
SEGALA HAL TENTANG KOMODO
Komodo (Varanus komodoensis Ouwen) merupakan kadal terbesar di dunia, dan dapat dijumpai di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Biasanya musim kawin komodo adalah dari bulan Mei sampai dengan bulang Agustus. Pada saat musim kawin komodo menjadi sulit untuk ditemui di Taman Nasional Komodo.

Komodo di Tepi Pantai
Komodo menyukai tempat panas dan kering, hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menghangatkan tubuhnya dari dinginnya malam hari.
Komodo (Sumber : 南の島旅)
Komodo adalah reptil karnivora purba yang berada di puncak rantai makanan. Mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dalam mencari mangsanya Komodo mengandalkan air liur atau bisa yang beracun dalam setiap gigitannya yang mampu membunuh mangsanya secara perlahan-lahan. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Selain itu, komodo juga mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.
Reptil purba ini makan dengan cara mencabik daging dengan potongan yang besar lalu menelannya secara utuh. Apabila kesulitan dalam menelan, komodo biasanya menekankan bangkai daging tersebut ke sebatang pohon. Komodo dapat menyantap mangsa yang besarnya hingga 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu kali lahap. Komodo bernafas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah, yang berhubungan langsung dengan paru-parunya. Hal ini memungkinkan komodo untuk tetap bernafas walaupun rahangnya penuh terisi oleh mangsanya.
Komodo Makan Bangkai Ikan
Komodo Makan dengan Mencabik-cabik dan Menelannya Bulat-bulat
Komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan sebulan sekali. Setelah daging mangsanya tercerna, Komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk, rambut dan gigi mangsanya, dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk, yang dikenal dengan istilah gastric pellet. Biasanya setelah itu, komodo mengelap wajahnya ke tanah atau ke semak-semak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masih menempel.
Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur (sekali bertelur menghasilkan 10-15 telur). Biasanya komodo jantan akan bertempur memperebutkan betina. Satu bulan setelah musim kawin sang betina akan mencari lubang di tanah untuk bertelur dengan masa inkubasi antara 8-9 bulan. Anak-anak komodo yang menetas akan berlindung di atas pohon untuk menghindari predator dan kalibalisme dari komodo dewasa. Sampai umur 5 tahun biasanya komodo kecil ini akan hidup di dahan pohon dengan memakan serangga, cicak, dsbnya. Dari 15-30 telur yang menetas, hanya 2-3 ekor yang akhirnya selamat menjadi Komodo dewasa.
Komodo Kawin
Walaupun demikian, fakta unik dari penelitian di London membuktikan komodo juga dapat beregenerasi dengan cara partenogenesis, atau pembuahan yang terjadi tanpa adanya perkawinan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Namun disinyalir proses dari partenogenesis ini akan selalu menghasilkan seekor komodo jantan.
Kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.
Komodo Bertelur







Tidak ada komentar:
Posting Komentar